Sekolah Jalanan

Logo Geng Motor iMuT New Kecil

Logo Baru Geng Motor IMUT

Sekolah Jalanan merupakan aktifitas berkeliling menggunakan motor untuk berbagi tentang berbagai ilmu maupun inovasi terapan yang dimiliki anggota GMI kepada petani-peternak di kampung-kampung. Karena itu Sekolah Jalanan merupakan inti dari aktifitas GMI. Aktifitas ini yang mendasari mantera GMI “Salam Tapaleuk”. Tapaleuk sendiri dalam bahasa lokal NTT memiliki konotasi negatif yakni berjalan keliling tanpa tujuan. GMI membalik makna tapaleuk dari jalan-jalan tanpa tujuan menjadi jalan-jalan dengan tujuan utama berbagi pengetahuan dan inovasi. Di tahun 2013, saat revisioning mantera “Salam Tapaleuk” ditambah dengan “We Make It Real” yang merupakan spirit bagi GMI untuk mewujudnyatakan berbagai inovasi dalam bentuk yang nyata agar dapat digunakan petani peternak.

Kiri ke Kana : Andre, Abe, Nidas dan Oni sedang menyeberangkan motor saat ke desa Tune dan Bonleu di TTS

Kiri ke Kanan : Andre, Semi, Abe, Nidas, Oni sedang menyeberangkan motor dalam perjalanan ke desa Tune dan Bonleu di Kabupaten Timor Tengah Selatan tahun 2007.

Aktifitas Sekolah Jalanan yang pertama dilakukan adalah kunjungan ke desa Tune dan Bonleu di Kecamatan Fatumnasi Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada bulan Juli 2007. Yang dibagikan saat itu adalah manajemen peternakan dan demonstrasi pembuatan Blok Suplemen Pakan Gula Lontar (BSPGL) yang ditutup dengan vaksinasi ternak sapi. Pasca Sekolah Jalanan perdana tersebut, aktifitas Sekolah Jalanan semakin sering dilakukan terutama di wilayah Fatumnasi. Di tahun 2008, bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Airnona GMI melakukan aktifitas pertanian selaras alam bersama kelompok perempuan Kelurahan Airnona. Setelah dilakukan visioning di tahun 2010 Sekolah Jalanan semakin intens dilakukan. Desa Pitai Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang adalah destinasi perdana pasca visioning. Bersama Forum Akademia NTT di Bulan Februari, GMI berbagi tentang pembuatan Blok Suplemen Pakan Gula Lontar (BSPGL), pakan lokal ternak babi yang bermutu dan pertanian organik. Diskusi ditutup dengan praktek pembuatan pupuk bokashi semak bunga putih (Chromolaena odorata). Setelah tapaleuk ke Pitai, GMI sibuk mempelajari inovasi-inovasi yang ada untuk didesain sesuai dengan kondisi di NTT. Dari diskusi panjang antara anggota GMI, lahirlah desain Digester Biogas Portable Seri pertama yang disingkat DEPO BIMUT S-001. Sejak dihasilkan di tahun 2010, digester ini terus disempurnakan desainnya hingga saat ini. Momen pertama peluncuran inovasi ini adalah pada Pasar Inovasi Kreatif di Kelurahan Bakunase Tanggal 13 Agustus 2010. Lurah Bakunase, Bustaman Marolah langsung memanfaatkan momen ini untuk meminta GMI menginstalasi digester biogas. Jadilah 1 unit digester biogas diinstalasi di satu titik di Kelurahan Bakunase.

Salah satu petani di wilayah Kec. Fatumnasi TTS menunjukkan tanaman yang diproduksi menggunakan pupuk organik yang diajarkan GMI

Salah satu petani di wilayah Kec. Fatumnasi TTS menunjukkan tanaman yang diproduksi menggunakan pupuk organik yang diajarkan GMI

Hingga saat ini, GMI telah berbagi di 66 desa di NTT, diundang untuk berbagi di 5 lokasi di luar Propinsi NTT (Bali, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Lampung dan DKI Jakarta. GMI juga pernah diundang untuk berbagi di Jerman. Desa-desa di wilayah NTT ini terletak di 10 pulau besar dan kecil dari 10 wilayah Kabupaten di NTT. Beberapa desa dikunjungi lebih dari 1 kali. Materi yang umum dibawakan setiap kali sekolah jalanan adalah manajemen peternakan dan pertanian serta demonstrasi beberapa pengetahuan teknis di bidang pertanian peternakan dan pengolahan hasil seperti :

  • Blok Suplemen Pakan Gula Lontar,

  • bokashi Chromolaena odorata,

  • pupuk cair,

  • minyak VCO,

  • tepung ubi,

  • formulasi ransum ternak, dan

  • analisis usaha tani,

Ibu-ibu di Kelurahan Airnona sedang mempraktekkan pembuatan bokashi yang diajarkan GMI tahun 2009

Ibu-ibu di Kelurahan Airnona sedang mempraktekkan pembuatan bokashi yang diajarkan GMI tahun 2009

Selain itu juga diperkenalkan beberapa teknologi yang dikembangkan GMI yaitu biogas portable, desalinator, kompor biomassa, briket arang, mesin pencetak briket dan irigasi hemat waktu, air dan tenaga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s