Geng Motor IMUT mengajar di Kupang Berkebun

Bertempat di Kantor Perkumpulan Pikul, Jl. Cak Doko, Oebobo – Kupang, Yurgen Nubatonis dan Ofry Tamelab dari Geng IMUT berbagi materi sekolah jalanan tentang pertanian organik dan praktek pembuatan bokashi serta perbanyakan EM4. Diskusi yang berlangsung tanggal 26 Juli 2013 tersebut diawali dari latar belakang munculnya ide pertanian organik yang mulai digagas tahun 1930-an oleh Sir Albert Hobard, sejarah penggunaan pupuk dan pestisida anorganik di dunia, sejarah penggunaannya di Indonesia dan NTT. “Sadar atau tidak, saat ini semua barang yang kita makan semuanya berasal dari luar. Bibit sayur yang papa-mama tanam lalu jual dan kita makan, datang dari Jawa, bawang dari China, beras dari Sulawesi, Jagung dari surabaya, Kedelai untuk tempe datang dari Brasil. Itu sebabnya, ide tentang Kupang Berkebun ini digagas, Yurgen membuka diskusi hari itu.

Diskusi mulai berlangsung panas ketika masuk ke dampak buruk penggunaan pupuk anorganik. “Di rote ada satu (sebuah) danau, di wilayah perbatasan antara Ti dan Dengka. Di bagian atas danau itu adalah hamparan sawah. Dulu banyak sekali rumput yang hidup di dalam danau itu, tapi sekarang semau sudah mati. Jangan-jangan itu karena penggunaan pupuk dan pestisida yang tidak terkontrol di areal sawah tersebut”, bapak Lasarus Ledoh dari Kelurahan Airnona berbagi pengalamannya. Bapa Tinus dari Oesao juga berbagi pengalamannya. “Baru-baru ini ada beberapa teman yang melakukan pengeboran air di areal persawahan Oesao, namun air yang dihasilkan berwarna kekuning-kuningan sehingga tidak mereka gunakan. Jangan-jangan ini juga karena penggunaan pupuk dan pestisida di sana”. Beberapa ibu juga berbagi pengalaman mereka dimana setiap tahun selalu terjadi peningkatan pemberian dosis pupuk pada luas areal yang sama namun produksinya terus menurun. Di akhir diskusi, Bapak Lasarus Ledoh menyampaikan kekecewaannya terhadap pemerintah terkait ijin produksi dan kontrol terhadap pupuk dan pestisida anorganik.

Sesi praktek pembuatan bokashi dan perbanyakan EM4 dipandu oleh Ofry Tamelab dibantu teman-teman Kupang berkebun. Para peserta sangat senang dan antusias dengan proses tersebut. Ofry diminta mengulang beberapa tahapan pembuatan pupuk karena mereka ingin benar-benar paham. “Kita senang sekali dengan materi hari ini, kita akan buat sendiri lagi di Kelurahan kita” kata Ibu Marta dari Oebobo dan peserta yang lain. (yurgen).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s